Edukasi

Kenapa Permintaan Pangan Meledak Saat Ramadhan? Peluang Besar yang Sering Terlewat Sobat Tani

Admin

24 Februari 2026

Kenapa Permintaan Pangan Meledak Saat Ramadhan? Peluang Besar yang Sering Terlewat Sobat Tani

Kenapa Permintaan Pangan Selalu Naik Saat Ramadhan?

Sobat Tani, setiap tahun pola ini selalu terjadi. Masuk bulan Ramadhan, permintaan pangan langsung meningkat. Cabai, bawang, sayur, ayam, telur, semuanya bergerak naik.

Kenapa ini terjadi?

Permintaan naik karena konsumsi rumah tangga bertambah dan aktivitas kuliner meningkat drastis. Saat demand naik sementara supply tidak sepenuhnya siap, harga komoditas cenderung terdorong naik.

Ini bukan fenomena musiman biasa. Ini momentum pasar yang bisa dimanfaatkan.

Perubahan Pola Konsumsi Selama Ramadhan

Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

Saat Ramadhan, masyarakat:

  • Menyiapkan menu sahur dan berbuka lebih variatif
  • Lebih sering memasak di rumah
  • Membeli bahan segar dalam jumlah lebih besar

Permintaan harian naik, terutama pada komoditas segar.

Lonjakan UMKM dan Pedagang Musiman

Sobat Tani, pedagang takjil, katering, dan usaha kuliner musiman bermunculan.

Mereka membutuhkan:

  • Pasokan rutin
  • Volume stabil
  • Kualitas konsisten

Permintaan bukan hanya naik, tapi juga lebih cepat perputarannya.

Kenapa Tidak Semua Petani Merasakan Kenaikan Margin?

Meskipun permintaan tinggi, tidak semua petani menikmati harga bagus.

Ada beberapa penyebab utama:

  • Terlambat membaca tren permintaan
  • Tidak punya akses buyer langsung
  • Hanya bergantung pada pasar lokal
  • Tidak punya sistem distribusi yang fleksibel

Akibatnya, ketika panen serempak, supply menumpuk di satu wilayah dan harga tetap tertekan.

Masalahnya bukan pada kurangnya permintaan. Masalahnya pada koneksi pasar.

Memahami Supply dan Demand di Bulan Ramadhan

Sobat Tani, pasar bekerja dengan logika sederhana.

Jika demand naik dan supply terbatas, harga naik.

 Jika supply melonjak tanpa distribusi merata, harga turun.

Ramadhan sering menciptakan dua kondisi sekaligus:

  • Awal bulan: harga naik karena demand melonjak
  • Pertengahan hingga akhir: harga bisa turun jika supply membanjir

Tanpa strategi distribusi yang tepat, margin sulit stabil.

Strategi Mengubah Lonjakan Permintaan Jadi Peluang

Sobat Tani, agar Ramadhan benar-benar menguntungkan, ada beberapa langkah penting.

1. Hitung Estimasi Produksi dengan Akurat

Ketahui sejak awal:

  • Perkiraan volume panen
  • Waktu panen terbaik
  • Daya tahan produk

Dengan data ini, Sobat Tani bisa merencanakan distribusi lebih rapi.

2. Jangan Hanya Andalkan Satu Buyer

Ketergantungan pada satu jalur distribusi membuat posisi tawar lemah.

Cobalah:

  • Menawarkan produk ke buyer luar daerah
  • Membangun relasi dengan pelaku kuliner
  • Menjalin komunikasi sebelum panen

Semakin banyak opsi pembeli, semakin stabil margin.

3. Manfaatkan Digital Agribisnis

Di era sekarang, distribusi tidak harus konvensional.

Platform digital membantu:

  • Memperluas akses pasar
  • Menghubungkan langsung dengan buyer
  • Mengurangi rantai distribusi panjang
  • Meningkatkan transparansi harga

Ini membuat Sobat Tani tidak hanya menjadi produsen, tapi juga pelaku pasar aktif.

Market Opportunity Insight: Ramadhan Adalah Ujian Sistem Usaha Tani

Sobat Tani, Ramadhan sebenarnya menguji kesiapan usaha tani.

Petani yang memiliki:

  • Perencanaan produksi
  • Data biaya dan margin
  • Akses buyer lebih luas
  • Sistem distribusi fleksibel

Akan lebih siap memanfaatkan lonjakan permintaan.

Sebaliknya, tanpa sistem, peluang besar bisa lewat begitu saja.

Permintaan ada. Uangnya ada. Tinggal bagaimana Sobat Tani mengaksesnya.

Peran e-Panen dalam Membuka Akses Pasar

Untuk membantu petani terhubung langsung dengan pasar, e-Panen hadir sebagai jembatan digital agribisnis.

Melalui https://panen.digital/, Sobat Tani bisa:

  • Menjual hasil panen ke buyer lintas wilayah
  • Memperluas jaringan distribusi
  • Mengurangi ketergantungan pada tengkulak
  • Belajar strategi usaha melalui workshop

Di bulan Ramadhan, ketika permintaan sedang tinggi, memiliki akses pasar yang luas bisa menjadi pembeda besar.

Kesimpulan

Permintaan pangan selalu meningkat saat Ramadhan. Ini bukan kebetulan, tapi pola pasar yang berulang setiap tahun.

Sobat Tani bisa memanfaatkan momentum ini jika memiliki strategi distribusi dan akses buyer yang tepat.

Jangan biarkan peluang Ramadhan hanya jadi cerita tahunan. Kunjungi https://panen.digital/ sekarang, daftar, dan mulai jual hasil panen dengan sistem yang lebih modern dan terhubung langsung ke pasar.